kisah leodra

cara menenangkan diri terbaik adlh  
berfikir bahwa hal buruk yg datang demi kebaikan. 

bab 1
heyy.... leodra  dasar orang aneh celetuk salah satu gadis sambil sumringah tawa di pipi mereka
leodra berbalik melihat teman teman sekelas nya menertawakan nya dengan keras
orang yang dijuluki leodra sebagai hama dunia itu tersenyum sumringah sambil melihat nya dengan segerombolan teman teman nya,tertawa seolah  olah tak 
punya dosa. 
orang yang selalu menggagu ku
hama dunia itu selalu menertawakan semua hal yang ku lakukan dan berfikir bahwa aku tk punya perasaan umpat nya dalam hati setiap melihat pembully  itu

 " pada waktu nya aku akan buktikan bahwa aku lebih baik dari mereka "
yang selalu di tulis leodra di buku diary nya  dengan isak tangis

itulah hal yang paling memotivasi dirinya untuk berubah berfikiran bahwa semua hal buruk pasti ada sisi positif nya

leodra leodra...suara lelaki berat yg sudah tak asing lagi di telinga nya 
dia sannga satu satunya teman leodra lelaki yang tak tampan dan berkacamata . 
kenapa lagi leodra kmu di olok-olok lagi
ya, leodra hanya diam dan melajutkan menulis sambil mendegar kan musik 
kenapa sih ra kamu bisa setenang ini setelah di bully sma cewek² gajelas itu
dan kenapa kmu diam
ga ngelawan sama sekali
tanya sanga sekali lagi dengan nada seriuss dan mimik wajah cemas
 " brakk "
 lemparan polpen leodra  yang membuat sanga tersentak kaget leodra menatap  tajam ke arah sanga dengan wajah merah  l wajah yang  semar samar tersinar cahaya matahari itu terlihat sangat kesal

"berhentilah menanyaiku dengan hal tak penting itu bentak leodra dn beranjak pergi.  ia tau sanga sangat peduli dengan keadaannya nya tpi pertanyaan² itu bukan membuat nya merasa nyaman melainkan rasa kesal yang tak bisa dijelaskan

"muak sekali  mendengar pertanyaan
itu setiap hari" desah leodra pelan yang ber kata pada dirinya sendiri
ia berjalan menuju perpustakaan dengan cahaya mentari yang menyinari nya lewat sela sela cendela itu wajah marah msih ter pasang  yang samar terkena cahaya
langkah demi langkah menuju tempat yang paling tenang bagi nya perasaan kesal itu masih ada seiring dia sampai ke tujuan nya
krak... suara pintu yang berdenyit membuka sebuah ruangan dengan penuh tumpukan buku rasa kesal nya pun 
hilang seketika
dengan wajah tersenyum tipis dia berjalan ke arah tumpukan buku itu
hal yang membuatnya bahagia tanpa harus repot pda orang lain
indahnya buku buku ini desis leodra yg lagi lagi berkata pada dirinya sendiri. 
dia mengambil buku secara acak di rak paling atas 
buku yang berjudul "SANG PENCIPTA"
buku yang belum pernah dia baca sebelum nya
ia mulai mencari tempat duduk ternyaman nya yang selalu ia tempati 
earphone yang terpasang di telinga nya
dan alunan musik yang menemani nya
membuka setiap bait demi bait buku yang dibacanya
" betapa menakjubkan nya membaca itu  seperti menonton film didalam diri bisa mendeskripsikan cerita sesuka hati"
 lagi ya dan lagi desis leodra yang berkata pada dirinya sendiri
ya hobi nya adalah membaca hal yang paling membuat nya senang tanpa harus bercerita pada siapapun. 
ada satu bait di tengah tengah halaman buku yangg bertuliskan 

" Seorang anak meminta bunga kepada Tuhan dan tuhan memberi nya hujan "

leodra menyadari sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh dirinya sendiri
"krak" suara pintu yang berdenyit membuat nya kaget seketika dan membuyar kan lamunan nya
menatap ke arah pintu yang terbuka ia melihat orang yang tak asing
di matanya
seketika wajahnya menjadi masam 
raa...kamu disini  dengan nada berat desis orang  yg berada di depan pintu 
ya lelaki  dengan ciri khas berkacamata 
sahabat leodra 
sanga berlari kecil ke arah leodra yang masih duduk menatap nya 
" sanga ngapain kmu disini ucap 
leodra " cari kamu jawaban singkat sanga dengan santai
leodra melanjutkan membaca isi bukunya yang belum selesai 
yang sekarang ditemani sanga duduk di depan nya sambil menatap nya
dia tak peduli dengan hal itu dan terus membaca buku nya . 

bab 2

"mata seindah senja alis tebal nan mempesona bibir tipis merah cerry "

sambil terus menatap gadis itu sanga berkata dalam hatinya
 
seorang gadis yang beada di depan nya yang selalu bersama nya adalah orang yang ia sukai
satu satunya gadis yang dia suka 
leodra
"seandainya kamu tahu ra gimana ku menyukai mu " desis sanga pelan 
dengan nada sedih
leodra mendengar ada yang bicara tpi tak mendegar apa yg di katakan
dia mendogak melihat ke depan dan melihat sanga menatap nya. reflek  sanga memalingkan wajah 
"hmm" kmu bicara tadi tanya leodra memastikan ada yang berbicara
ga ada dari tadi ga ada yg bicara  rara 
disini kan perpus gaboleh berisik jawab sanga dengan wajah yang masih berpaling

kmu kenapa ?? tanya leodra sekali lagi
memang nya aku kenapa? bukanya menjawab sanga malah menjawab nya dengan pertanyaan lain
"kenapa kmu liat belakang  mulu kmu cari buku? atau knpa? 
tanya leodra yg  agak kesal
sanga diam mencari alasan apa yang tepat untuk menjawabnya. 

" sanggaa"  bentak leodra yang sentak membuat sanga  menoleh
wajah mereka bertemu
sanga melihat wajah leodra yg memerah marah 
yang menurut nya lebih terlihat cantik
menatap mata nya yg seindah senja
tanpa sadar wajah nya sendiri menjadi merah padam bukan karena marah tpi tersipu
beberapa detik menatap wajah satu sama lain namun sanga sudah menelusuri setiap sudut wajah nya 
" brak " cendela yang terbuka dengan sendirinya tertiup angin itu memecah keheningan membuyarkan suasana 
sanga lalu menjawab pertanyaan terahir Leodra "gagapa aku gapapa" dengan suara berat dan wajah yg tersipu" 
lalu dia mengabil buku nya yg berada di atas meja depan rara yang dia suka lalu beranjak pergi
langkah kaki nya semakin jauh dan saat berada di depan pintu leodra berkata dengan ciri khas suara dingin nya
"mau kemana? tanya leodra
pergi" jawaban singkat dri sanga dengan suara berat dan langkah kaki nya semakin jauh
orang aneh desis leodra saat melihat sanga menjauh
dia sama sekali tidak menyadari bahwa sahabat yang. menyebalkan itu menyimpan rasa padanya
        _ angan angan sanga_.
pria berdagu tegas nan hidung mancung  itu dengan ciri khas suara berat dan berkacamata kulit kecoklatan itu bernama sanga mahendra
pria yang sangat menyukai gadis anehh yang tidak pernah menyukai lelaki sebelumnya

bab 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pelajaran yang kusukai dan cita-cita yg msih ku cari

mengenal diri lewat hal hal yang sederhana